Saturday, March 12, 2011

Nobar MiLYS "Lost in Papua"

Setelah diworo woro seminggu sebelumnya oleh pengurus, akhirnya semalam saya dapat bergabung dengan rekan rekan MiLYS lainnya untuk Nobar ( Nonton Bareng) di XXI Metropole, dahulu di kenal dengan Bioskop Megaria.

Film "Lost in Papua" ini adalah hasil anak negeri yang mana produsernya juga merupakan anggota MiLYS. Antusias teman teman pun begitu terasa sehingga hampir separuh studio penuh dengan anak MiLYS.

Poster

Dasar anak biker, jika sudah bertemu pasti menjadi gaduh dan sering melontarkan joke spontan yang selalu meledakan tawa kami semua di dalam studio. Untungnya hanya beberapa gelintir pengunjung yang ikut menyaksikan film tersebut.

















Bersama Produser MiLYS 513

Menunggu jam tayang

Beginilah kalo para biker bertemu dan berkumpul, saling bersilahturahmi serta mempererat tali persaudaraan tanpa membedakan satu degan yang lain. Saya bangga dapat mendukung salah satu rekan untuk terus berkreasi dan memajukan perfilman di negeri ini.

Sedikit sinopsis film tersebut :

Di pedalaman rimba Papua, Rangga (Edo Borne) beserta timnya menjalankan sebuah misi eksplorasi mencari titik tambang. Tanpa mereka sadari telah memasuki wilayah terlarang yang dikenal dengan sebutan RKT 2000. Tak berapa lama, terjadilah sebuah petaka yang menyebabkan hilangnya anggota tim satu persatu

Tiga tahun kemudian. Nadia (Fanny Fabriana), mantan tunangan Rangga, masih terbayang dengan kejadian di Papua itu. Disisi lain, David (Fauzi Badillah) yang pernah di campakkan Nadia, masih terus mengejar Nadia dengan segala cara. Nadia tak menghiraukan David dan mencoba menjauhinya dengan menerima tugas ke  Papua yang di berikan oleh bosnya, Pak Wijaya (Didi Petet), yang tak lain adalah ayah David

Nadia berangkat ke Papua membawa sebuah titipan cinderamata  dari kakeknya (Piet Pagau) untuk kepala suku Korowai yang pernah menyelamatkan nyawanya di masa perjuangan lalu. Nadia yang baru pertama kali datang ke Papua, jatuh cinta dengan keindahan alamnya. Namun dibalik itu, misteri hilangnya Rangga masih terus membayangi Nadia

Perjalanan menuju suku Korowai tidaklah mudah, Nadia bersama teman-temannya harus melewati rintangan yang cukup berat. Dalam keputus-asaan, mereka menemukan sebuah perkampungan suku primitive yang semua penghuninya perempuan. Di suku inilah, Nadia mengetahui kalau Rangga tiga tahun lalu pernah ditangkap oleh suku ini

Berhasilkan Nadia menemukan Rangga dan keluar dari suku tersebut?


* Sumber : www.21cineplex.com dan foto doc dari www.yamaha_scorpio@yahoogroups.com



Monday, September 27, 2010

Ujung Genteng, Sukabumi - West Java

Early on August 2010, after 3 days exhibition, me and my friends take a short trip to Ujung Genteng, Sukabumi West Java.
It's about six hours drove from Jakarta by car and so many winding road that make me regret "why don't i ride my motorcycle? this road just like MotoGP race track ..."
Then after a long chit chat in the car, finally we checked in at Pondok Hexa which is a nice little villa near the beach.
Not wasting time, we rush into the beach that a sea turtle came up to lay egg.
What a huge and amazing scenery that night....

Huge Sea Turtle

After laying eggs...
oh yes...this my companion i went with.....

Alexander Richard, Astria Pririzka, and Raymond Tanaya

Me & My friends
And we ended that night with a grateful grace and admire God creates....
The next day we went to 2 places that make you stop breathing that means it was a gorgeous place to see. It called Ombak Tujuh (Seven Waves). A beautiful beach with many great reef inside that not many people gone there. We take a ride with motorcycle through the rain forest, rivers, up and down the hills.

What a bridge?

Rain Forest

River

Take a break....
Finally we got there...it was so.... hmm how can i describe it? it was really amazing, virgin beach like no beach at Jakarta can compared.

Welcome to Ombak Tujuh

Calm Breeze...

Splash..splash...
Almost half day long we play and admiring the scenery, take many pictures all the  terrain, we headed to Cipanarikan beach which have unique texture of terrain.
This Cipanarikan beach it's a half hour ride from Ombak Tujuh. The scenery of  Cipanarikan beach is sandy like Sahara desert *maybe, because i never been there*, very windy and there is a small lake which entering the sea.

feels like desert...

Finally...

Never Better...
After a long day trip to the beach that not many people gone to, we eat lunch at hotel.
Slllrrruuupppp.....we eat without a command, with dish like lobster, local crab, and many fish.
I will never ever forget this place that make me feel grateful and thankful for the amazingly beautiful scenery.....
Hope you all enjoy it....

Hi There..

This is my first time to write. Don't know exactly what to share, but the only thing i know, i have courage to spill it out all my thinking where anyone cannot understand it.
So here i am try to learn and write small thing to share.....
Life is a journey...